Saturday, April 28, 2012

Meneladani Shoum Rosululloh ShollaLLOOHU ‘Alayhi Wa sallam

Kitab: Shifatu Shoumin Nabi fii Romadhoon, Penulis: Abu Usamah Salim bin ‘Ied al Hilali, ‘Ali Hasan ‘Ali ‘Abdul Hamid, Judul Indonesia: Meneladani Shoum Rosululloh ShollaLLOOHU ‘Alayhi Wa sallam, Penerjemah: M. Abdul Ghoffar E.M., Penerbit: Pustaka Imam asy Syafi’i, Cetakan Kedua Robi’ul Akhir 1426 H/ Agustus 2005 M:

KEUTAMAAN PUASA

Puasa Sebagai Perisai
Puasa Dapat Memasukkan Seseorang Ke Surga
Orang yang Berpuasa akan Diberi Pahala Tanpa Hitungan
Orang yang Berpuasa itu Mempunyai Dua Kegembiraan
Bau Mulut Orang yang Berpuasa itu Lebih Harum di Hadapan ALLOH Daripada Bau Minyak Kesturi
Puasa dan al Qur-an akan Memberikan Syafa’at Bagi Orang yang Menjalankannya
Puasa Sebagai Penebus (Kaffarot)
ar Royyan Bagi Orang-orang yang Berpuasa

KEUTAMAAN BULAN ROMADHON

Bulan al Qur-an
Dibelenggunya Syaithon dan Ditutupnya Pintu-pintu Neraka Serta Dibukanya Pintu-pintu Surga
Lailatul Qodar

WAJIB PUASA ROMADHON

Barangsiapa yang Secara Suka Rela Mengerjakan Kebajikan, maka Jelas itu Lebih Baik Baginya
Barangsiapa Menyaksikan Bulan, maka Hendaklah Dia Berpuasa

DORONGAN MENGERJAKAN PUASA ROMADHON

Pengampunan Dosa
Dikabulkannya Do’a dan Pembebasan dari Api Neraka
Termasuk Golongan Orang-orang yang Shiddiq dan Para Syuhada’

LARANGAN BERBUKA DENGAN SESUATU PADA BULAN ROMADHON SECARA SENGAJA

HUKUM-HUKUM PUASA

MENYAMBUT BULAN ROMADHON

Menghitung Bilangan Hari Bulan Sya’ban
Barangsiapa Berpuasa pada Hari Meragukan Berarti Dia Telah Bermaksiat Kepada Abu Qosim (Rosululloh ShollaLLOOHU ‘Alayhi Wa sallam)
Jika Ada Orang yang Sudah Melihat Bulan, maka Berpuasa dan Berbukalah

NIAT

Wajib Berniat pada Puasa Wajib Sebelum Terbit Fajar
Kemampuan Menjadi Dasar Taklif (Pembebanan Tugas)
Sebagian ‘Ulama Menentang Pendapat Tersebut dan Menyatakan Harus Mengqodho’

WAKTU PUASA

Benang Putih dan Benang Hitam
Dua Macam Fajar
Kemudian Meneruskan Puasa Sampai Malam Hari

SAHUR

Hikmah Sahur
Keutamaan Sahur
Mengakhirkan Waktu Sahur
Hukum Sahur

YANG HARUS DITINGGALKAN OLEH ORANG YANG MENJALANKAN ‘IBADAH PUASA

Qouluz Zuur
Pembicaraan yang Tidak Bermanfaat dan Kata-kata Kotor

YANG BOLEH DILAKUKAN OLEH ORANG YANG BERPUASA

Orang yang Berpuasa Boleh Bangun Setelah Waktu Shubuh Tiba dalam Keadaan Junub
Diperbolehkan Bersiwak Bagi Orang yang Berpuasa
Berkumur dan Memasukkan Air Ke Hidung
Bercumbu dan Berciuman Bagi Orang yang Sedang Berpuasa
Transfusi Darah dan Suntikan yang Dimaksudkan Sebagai Makanan
Berbekam (Hijamah)
Mencicipi Makanan
Celak Mata, Obat Tetes Mata dan Semisalnya yang Dimasukkan Ke Dalam Mata
Menyiramkan Air Dingin Pada Kepala dan Juga Mandi

No comments:

Post a Comment