Monday, April 9, 2012

Alam jin menurut al-Qur-an dan as-Sunnah

Judul buku: Alam jin menurut al-Qur-an dan as-Sunnah, bantahan terhadap buku: dialog dengan jin muslim, Penulis: Ustadz 'Abdul Hakim bin 'Amir 'Abdat, Penyusun: Ibnu Saini bin Muhammad bin Musa, Penerbit: Darul Qolam - Jakarta, Cetakan II, 1425 H/ 2004 M

Bab 1: Alam jin

pertama: Jin dikenakan taklif

kedua: Jin ada yang mu'min dan ada yang kafir

ketiga: Jin diciptakan terlebih dahulu daripada manusia

keempat: Jin merupakan sebuah bangsa yang besar dan terbagi-bagi

kelima: Manusia lebih mulia daripada jin

keenam: Bentuk asli jin tidak dapat dilihat oleh manusia

ketujuh: Kesurupan jin

kedelapan: Jin ada yang laki-laki dan ada yang perempuan

kesembilan: Jin makan dan minum

kesepuluh: Jin bertempat tinggal

Bab 2: Kaidah-kaidah syari'at

kaidah pertama: Agama Islam telah sempurna dan tidak boleh untuk di tambah-tambah

kaidah kedua: Wajibnya ber-ittiba' kepada Rosululloh ShollaLLOOHU 'Alayhi Wa sallam dan haromnya berbuat bid'ah dalam agama

kaidah ketiga: Menjadikan al-Qur-an sebagai dasar hukum dan as-Sunnah sebagai penjelasnya dan memahami keduanya dengan pemahaman para Shohabat

kaidah keempat: Wajibnya memulangkan seluruh perselisihan kepada al-Qur-an dan as-Sunnah

Bab 3: Catatan atas buku dialog dengan jin muslim

catatan pertama: Jin tidak mempunyai hak untuk men-shohih-kan dan men-dho'if-kan hadits

catatan kedua: Kerajaan iblis dan bala tentaranya

catatan ketiga: Manusia tidak dapat melihat jin dalam rupa yang aslinya dan mereka tidak dapat mengusir marabahaya yang akan menimpa seseorang

catatan keempat: Tidak adanya dalil bahwa keberadaan jin muslim di rumah seorang muslim berarti pertanda baik

catatan kelima: Malaikat tidak akan turun kecuali dengan perintah ALLOH Sub-haanahu Wa Ta'aala

catatan keenam: Adanya ajaran yang bid'ah dalam hal membuang air panas di jamban

catatan ketujuh: Anak-anak kecil tidak dapat melihat jin dalam rupa yang aslinya dan sebagian binatang yang dapat melihat mereka

catatan kedelapan: Perintah menyampaikan keterangan jin muslim kepada manusia serta bantahannya

catatan kesembilan: Cara mengusir gangguan jin yang tidak ada sunnahnya

catatan kesepuluh: Keterangan rahasia yang baru pertama kali diketahui oleh manusia serta bantahannya dan bahwa syaithon selalu menyertai manusia

catatan kesebelas: Benarkah bahwa syaithon senang di posisi yang terletak pada dua hal yang bertentangan

catatan keduabelas: Keterangan sebuah hadits yang tidak sah sama sekali dan keterangan do'a yang sunnah ketika bersenggama

catatan ketigabelas: Pembenaran jin terhadap hadits yang tidak sah sama sekali tersebut serta bantahannya

catatan keempatbelas: Ajaran do'a yang tidak ada sunnahnya dari jin muslim serta bantahannya

catatan kelimabelas: Kesalahan penerjemahan buku serta pembenarannya

catatan keenambelas: Indahnya persahabatan yang terjadi antara seorang muslim yang baik dengan jin yang baik pula serta bantahannya

catatan ketujuhbelas: Keterangan sebuah atsar yang bathil dari Ibnu 'Abbas dan adanya denda bagi mereka yang mencampuri istrinya yang sedang haidh

catatan kedelapanbelas: Bantahan penulis terhadap jin muslim yang telah men-shohih-kan sebuah riwayat yang bathil dan keterangan beberapa hadits yang tidak ada asalnya

catatan kesembilanbelas: Bantahan penulis terhadap keterangan jin muslim tentang perkara yang ghoib tanpa dalil, dan bahwa jin dapat berubah-ubah wujud

catatan keduapuluh: Jin qorin Nabi ShollaLLOOHU 'Alayhi Wa sallam masih hidup serta bantahannya dan bahayanya perkataan jin muslim tersebut

catatan keduapuluhsatu: Bantahan terhadap pernyataan jin muslim yang hendak mengelabui kaum muslimin dan tinggi serta agungnya kedudukan Nabi ShollaLLOOHU 'Alayhi Wa sallam

catatan keduapuluhdua: Lagi tentang jin qorin Nabi ShollaLLOOHU 'Alayhi Wa sallam masih hidup serta bantahannya dan bahayanya perkataan jin muslim tersebut

catatan keduapuluhtiga: Contoh lagi penyimpangan jin muslim yang mengajarkan kesyirikan, dengan menyatakan bahwa jin qorin pendamping kita dapat melindungi dari berbagai bahaya besar

catatan keduapuluhempat: Jin pendamping itu tidak memiliki syahwat serta bantahannya

catatan keduapuluhlima: Pernyataan pengarang yang akan bertemu dengan jin muslim di Surga nanti serta bantahannya

catatan keduapuluhenam: Sebuah cara pengobatan sihir yang tidak ada dasarnya dalam syari'at

catatan keduapuluhtujuh: Sebuah cara mengusir gangguan jin yang tidak ada ketetapannya seperti itu dalam syari'at dan sedikit keterangan tentang bid'ah idhofiyah

catatan keduapuluhdelapan: Sebuah cara lagi untuk mengobati sihir yang berkaitan dengan suami istri yang tidak ada ketentuannya seperti itu dalam syari'at

catatan keduapuluhsembilan: Sebuah persyaratan yang tidak benar yang ditentukan oleh jin muslim bagi seorang yang akan mengusir gangguan jin, dan bolehnya seorang muslim untuk membaca al-Qur-an dan beberapa amalan yang lainnya tanpa wudhu'

catatan ketigapuluh: Cara-cara yang tidak ada ketentuannya dalam syari'at yang diajarkan oleh jin muslim untuk mengobati seorang wanita yang kesurupan

catatan ketigapuluhsatu: Beberapa cara lagi yang tidak ada ketentuannya dari syari'at serta bantahannya

catatan ketigapuluhdua: Beberapa cara lagi yang tidak ada ketentuannya dari syari'at serta bantahannya

catatan ketigapuluhtiga: Beberapa cara lagi yang tidak ada ketentuannya dari syari'at serta bantahannya

catatan ketigapuluhempat: Adanya syari'at sujud syukur setelah menyembuhkan si sakit

Ditulis ulang dari kitab di atas oleh: Abu Reza al-Batawi.

No comments:

Post a Comment