Sunday, January 8, 2012

Dimanakah tempat tinggal jin?

Dimanakah tempat tinggal jin?

Jin mengutamakan tempat-tempat yang sepi dari manusia seperti padang pasir. Di antara mereka ada yang tinggal di tempat-tempat kotoran dan sampah. Ada juga yang tinggal bersama manusia.

Oleh sebab itu Rosululloh ShollaLLOOHU 'Alayhi Wa sallam pernah keluar ke padang pasir mengajak mereka kepada ALLOH, membacakan al-Qur-an dan mengajarkan masalah agama kepada mereka. Hal ini dilakukan Rosululloh ShollaLLOOHU 'Alayhi Wa sallam berkali-kali sebagaimana disebutkan oleh riwayat Imam al-Bukhori dan Imam Muslim dari hadits Ibnu 'Abbas RodhiyaLLOOHU 'Anhuma dan Ibnu Mas'ud RodhiyaLLOOHU 'Anhu.

Mereka bertempat tinggal di tempat-tempat kotoran dan sampah karena mereka memakan sisa-sisa makanan manusia, sebagaimana disebutkan oleh riwayat Imam Muslim dari hadits Ibnu Mas'ud RodhiyaLLOOHU 'Anhu terdahulu.

al-Hafidz (Ibnu Hajar) berkata: Ibnu Abud Dunya telah meriwayatkan dari jalan Yazid bin Yazid bin Jabir, salah seorang perawi kepercayaan negeri Syam dan tabi'in yang paling muda, ia berkata: Di setiap rumah ada jin yang tinggal di atapnya, setiap kali makanan siang diletakkan maka mereka turun dan makan bersama penghuni rumah, demikian pula pada waktu makan sore. {Kitab Fat-hul Baari 6/ 345}

Saya (Syaikh Wahid 'Abdus Salam Bali) berkata: Abu Bakar bin Ubaid telah meriwayatkannya di dalam Makaidus Syaithon dari Yazid dengan lafazh:

"Di setiap rumah kaum muslimin ada jin muslim yang tinggal di atapnya, bila makanan siang diletakkan mereka turun dan bersantap siang bersama penghuni, bila makanan malam diletakkan mereka turun bersantap malam bersama penghuni."

Jin juga bertempat tinggal di jamban. Diriwayatkan dari Yazid bin Arqom bahwa Rosululloh ShollaLLOOHU 'Alayhi Wa sallam bersabda:

"Sesungguhnya tempat-tempat pembuangan kotoran ini didatangi (jin) karena itu bila salah seorang di antara kalian datang ke jamban maka hendaklah dia mengucapkan (do'a): Ya ALLOH sesungguhnya aku berlindung kepada-MU dari jin lelaki dan jin perempuan."
{Hadits Riwayat Imam Abu Dawud di dalam Bab 3, Imam an-Nasa-i di dalam Bab 17, Imam Ibnu Majah di dalam Bab 9, Imam Ahmad di dalam Musnadnya 4/ 369, shohih}

Saya (Syaikh Wahid 'Abdus Salam Bali) berkata: Saya pernah bertanya kepada jin muslim: "Apakah anda tinggal di jamban?"
Jin muslim: "Tidak."
Saya berkata: "Tetapi disebutkan dalam hadits bahwa ada jin yang tinggal di jamban."
Jin muslim: "Ya tetapi ini khusus bagi jin kafir karena mereka mengutamakan tempat-tempat najis dan kotor."
Saya berkata: Barangkali ucapan ini benar karena saya telah memperhatikan bahwa jin-jin merasa sesak oleh aroma wewangian terutama aroma misk, sedangkan jin muslim menyukainya sebagaimana manusia muslim.

Jin juga tinggal di lubang-lubang. Diriwayatkan oleh Imam an-Nasa-i dengan sanadnya dari Qotadah dari 'Abdulloh bin Sarjas bahwa Nabi ShollaLLOOHU 'Alayhi Wa sallam bersabda:

"Janganlah kalian kencing di lubang."

Mereka bertanya kepada Qotadah. Ia menjawab: Dikatakan bahwa ia (lubang) adalah tempat tinggal jin.
{Hadits Riwayat Imam Abu Dawud Bab 16 dan 29, Imam an-Nasa-i - Thoharoh, Bab 29, Imam Ahmad 5/ 82, shohih, Abu Zar'ah dan Abu Hatim telah mengukuhkan mendengarnya dari Qotadah dari 'Abdulloh bin Sarjas}

Jin juga tinggal di tempat kotoran unta (binatang). Di dalam shohih Imam Muslim dan lainnya disebutkan bahwa ia merupakan tempat tinggal para syaithon.

(Maroji'/ Rujukan: judul kitab: Wiqoyatul insan minal jinni wasy syaython, penulis: Wahid 'Abdus Salam Bali, penerbit: Maktabah ash-Shohabah - Jeddah, Cetakan ketiga, 1412 H/ 1992 M, judul Indonesia: Kesurupan jin dan cara pengobatannya secara Islami, penerjemah: Aunur Rofiq Sholih Tamhid Lc, penerbit: Robbani Press - Jakarta, Cetakan kesebelas, jumadil akhir 1425 H/ agustus 2004 M)

2 comments:

  1. hasil pembodohan sang bapa pendusta alias iblis. jin adalah makhluk roh. tempat tinggal mereka tidak sama dengan makhuk jasmani yang bersifat materi. iblis memanipulasi "tempat tinggal" jin untuk menyesatkan manusia dengan mengaburkan segala identitas/aktor yang ada dibalik jin.

    ReplyDelete
  2. artikel di atas memuat Firman ALLOH dan Sabda Nabi yang sah, jadi kabarnya benarlah adanya...waLLOOHU a'lam...berhati-hatilah!

    ReplyDelete