KURMA ‘AJWAH ADALAH OBAT DARI SIHIR
Wahai anakku,
Ada seorang shohabat bertanya kepadaku tentang kurma ajwah, dia bertanya, “Apakah kurma ajwah benar-benar bisa mencegah dan mengobati manusia dari keracunan dan sihir?”
Katakanlah wahai anakku!
Pelajarilah Islam berdasarkan al Qur-an dan as Sunnah yang sah (shohih dan hasan) sesuai dengan pemahaman Salafush Sholih (para Shohabat Nabi, Tabi’in dan Tabi’ut Tabi’in serta para ‘Ulama yang mengikuti mereka dengan baik), niscaya engkau akan menemukan kebenaran tentang apa yang engkau pertanyakan.
Berimanlah kepada ALLOH Sub-haanahu Wa Ta’aala, berimanlah kepada al Qur-an al Karim, dan berimanlah kepada Rosululloh ShollaLLOOHU ‘Alaihi Wa sallam, niscaya akan hilanglah keraguan yang dibisikkan para syaithon dan yang diperkuat kebodohanmu serta kelalaianmu tentang akhiroh.
Yakinilah bahwa ALLOH Sub-haanahu Wa Ta’aala Yang Paling Mengetahui tentang Sihir karena DIA Yang menciptakan ‘ilmu sihir dan menciptakan juga cara mengobatinya.
Yakinilah bahwa Rosululloh ShollaLLOOHU ‘Alaihi Wa sallam adalah manusia yang paling mengetahui cara mengobati sihir.
Yakinilah bahwa para Shohabat Nabi adalah kaum yang paling mengetahui cara mengobati sihir.
Katakanlah wahai anakku,
Ketahuilah wahai shohabatku, obatilah sihir dengan cara:
1. Bertaubat kepada ALLOH dengan sebenar-benarnya taubat yakni dengan berniat dengan sungguh-sunguh untuk meninggalkan dosa-dosa besar seperti dosa syirik, dosa bid’ah dan lain sebagainya, khususnya yang engkau ketahui selama ini yang engkau lakukan.
2. Yakinilah bahwa sihir datang kepadamu dengan izin ALLOH dan sihir meninggalkanmu juga dengan izin ALLOH.
3. Oleh karenanya, hendaklah hanya kepada ALLOH-lah engkau memohon pertolongan agar ALLOH menghilangkan sihir darimu.
4. Mohonlah pertolongan ALLOH agar DIA menjagamu dari tipu daya syaithon. Janganlah terbawa bujuk rayu syaithon untuk menjadikan sihir yang datang kepadamu menjadi sarana bagimu terjerumus ke dalam jurang dosa yang lebih besar, bahkan yang terbesar yakni syirik.
5. Janganlah engkau obati sihir dengan sihir, maksudnya: janganlah engkau mendatangi dukun, peramal, “orang pintar” dan sebagainya, karena mendatangi para shohabat syaithon ini dapat menjadikan sholatmu selama empat puluh malam tertolak dan menjadikanmu kufur terhadap agama Islam yang dibawa oleh Rosululloh ShollaLLOOHU ‘Alaihi Wa sallam. Bayangkan jika engkau wafat ketika engkau berobat kepada pengobatan yang syirik. Jika engkau mati dalam keadaan syirik maka ALLOH tidak akan mengampuni dosa syirikmu, ALLOH akan mengharomkan Surga bagimu (Neraka adalah akan menjadi tempat bagimu selamanya), ALLOH akan menghapuskan semua pahala ‘amal kebaikanmu. Na’uu-dzu biLLAAHI min dzaalik.
6. Hancurkanlah semua benda syirik dari dirimu dan rumahmu, seperti jimat dan lain-lain.
7. Tinggalkanlah semua ‘amalan atau wiridan atau dzikiran yang tidak pernah Rosululloh ShollaLLOOHU ‘Alaihi Wa sallam ajarkan. Tinggalkanlah semua ‘ibadah yang tidak pernah Rosululloh ShollaLLOOHU ‘Alaihi Wa sallam ajarkan.
8. Ruqyahlah dirimu sendiri karena lebih baik dari diruqyah orang lain. Ruqyah diri sendiri adalah tawassul (perantara) yang dihalalkan dalam Islam yang tertinggi derajatnya karena menjadikan ‘amal ‘ibadah menjadi perantara agar do’amu di’ijabah ALLOH. Sedangkan diruqyah orang lain adalah tawassul tingkat terendah karena meminta do’a orang sholih yang masih hidup adalah tawassul ketiga. Bahkan meminta diruqyah dapat menyebabkanmu tidak termasuk golongan ummat Nabi yang masuk Surga tanpa hisab dan tanpa adzab.
9. Ruqyah adalah jampi-jampi atau mantera-mantera atau do’a perlindungan. Ruqyah syar’iyyah adalah do’a memohon perlindungan kepada ALLOH yang berdasarkan al Qur-an dan as Sunnah yang sah (shohih dan hasan) yang prakteknya sesuai dengan pemahaman Salafush Sholih (para Shohabat Nabi, Tabi’in dan Tabi’ut Tabi’in serta para ‘Ulama yang mengikuti mereka dengan baik).
10. Sesungguhnya ruqyah syar’iyyah telah Rosululloh ShollaLLOOHU ‘Alaihi Wa sallam ajarkan dalam kehidupan sehari-hari seperti membaca BISMILLAAH ketika hendak masuk rumah sehingga syaithon tidak bisa ikut masuk, membaca BISMILLAAH ketika hendak makan sehingga syaithon tidak bisa ikut makan, membaca do’a ketika hendak masuk kamar mandi sehingga syaithon tidak bisa mengganggumu ketika di dalamnya, membaca ayat kursi ketika hendak tidur sehingga syaithon tidak bisa mengganggumu malam itu, dan sebagainya.
11. Meminum air zam-zam, awali dengan BISMILLAAH, lalu meminumnya kemudian berdo’alah agar ALLOH menyembuhkanmu. Karena air zam-zam adalah air barokah dan tidak ada air yang barokah selainnya, dan khasiat air zam-zam sesuai dengan niat meminumnya.
12. Meminum air yang dicampur dengan tumbukan tujuh lembar daun pohon bidara (as sidr/ as sidroh), kemudian mandi dengan sisa airnya. Namun ruqyah terlebih dahulu airnya.
13. Makan tujuh butir kurma ‘ajwah setiap pagi hari sampai sembuh.
Katakanlah wahai anakku,
Dari Shohabat Sa’ad bin Abi Waqqosh RodhiyaLLOOHU ‘Anhu, Nabi ShollaLLOOHU ‘Alaihi Wa sallam bersabda, “Barangsiapa mengkonsumsi tujuh butir kurma ‘ajwah pada pagi hari, maka pada hari itu ia tidak akan terkena racun maupun sihir.”
{Hadits Riwayat Imam al Bukhori nomor 5769 dan Imam Muslim nomor 2047 (155), shohih}
Kurma ‘ajwah bermanfaat untuk mencegah dan mengobati dari racun dan sihir dikarenakan do’a keberkahan dari Rosululloh ShollaLLOOHU ‘Alaihi Wa sallam terhadap kurma Madinah bukan karena dzat kurma itu sendiri.
{Perkataan al Hafizh Ibnu Hajar al Asqolani rohimahuLLOOHU menukilkan perkataan Imam al Khothobi tentang keistimewaan kurma ‘ajwah dalam kitab Fat-hul Baari Syaroh Shohih al Bukhori Juz 10 Halaman 239}
Al Maf’uud adalah sakit yang menyerang bagian liver (hati)nya. Dan kurma memiliki khasiat yang menakjubkan untuk menyembuhkan penyakit ini (dengan izin ALLOH), terutama sekali kurma dari Madinah khususnya jenis ‘ajwah. Pembatasan pada jumlah tujuh itu juga mengandung khasiat lain hanya diketahui rahasianya oleh ALLOH.
{Kitab ath Thibb an Nabawi karya Imam Ibnu Qoyyim al Jauziyyah Halaman 121-123 dan Kitab Shohih ath Thibb an Nabawi Fi Dho-il Ma’arif ath Thobiyyah wal ‘Ilmiyyah al Haditsah karya Syaikh Salim bin ‘Ied al Hilali Halaman 152-155}
Nabi ShollaLLOOHU ‘Alaihi Wa sallam bersabda, “Kurma ajwah itu berasal dari Surga, ia adalah obat dari racun.”
{Hadits Riwayat Imam Ibnu Majah nomor 3453 Imam Ahmad Juz 3 Halaman 48, dari Shohabat Jabir bin ‘Abdillah dan Abi Sa’id, riwayat Imam at Tirmidzi dalam Kitab Sunannya nomor 2066, dari Shohabat Abu Huroiroh RodhiyaLLOOHU ‘Anhum, dishohihkan oleh Syaikh al Albani dalam Kitab Misykatul Mashoobiih Juz 4 Halaman 164 nomor 4163}
Dari ‘Aisyah RodhiyaLLOOHU ‘Anhumaa, Nabi ShollaLLOOHU ‘Alaihi Wa sallam bersabda, “Sesungguhnya dalam ‘ajwah yang berasal arah kota Madinah di dataran tinggi dekat Nejed itu mengandung obat penawar atau ia merupakan obat penawar, dan ia merupakan obat penawar racun apabila dikonsumsi pada pagi hari.”
{Hadits Riwayat Imam Muslim nomor 2048}
Memakan kurma ‘ajwah disertai keimanan terhadap do’a keberkahan dari Nabi ShollaLLOOHU ‘Alaihi Wa sallam adalah merupakan salah satu perbuatan tauhid yang dibenci oleh syaithon.
Oleh karena itu, mohonlah pertolongan kepada ALLOH agar melindungimu dari tipu daya syaithon.
Janganlah mengikuti bisikan syaithon yang menghembuskan keraguan akan khasiat kurma ‘ajwah, yang menyebabkan hilangnya keyakinanmu dan tidaklah berkhasiat kurma yang engkau konsumsi.
KHASIAT LAIN KURMA ‘AJWAH
Kurma ‘ajwah adalah kurma nomor satu, jika kurma lain memiliki khasiat maka kurma ‘ajwah pun memilikinya, seperti:
1. Menghilangkan rasa lapar.
2. Mendapatkan balasan dari ALLOH yang sangat besar jika menshodaqohkan kurma dengan ikhlash dan dari penghasilan yang halal.
3. ALLOH akan melindungi dari api Neraka jika menshodaqohkan kurma dengan ikhlash dan dari penghasilan yang halal.
4. Menyehatkan dan mengobati penyakit serta menyeimbangkan dzat kandungan makanan jika mengkonsumsi kurma dengan keju atau kurma dengan mentimun atau kurma dengan semangka.
5. Memberikan kekuatan khusus bagi tubuh untuk berbuka puasa, sebelum sholat tarowih dan saat sahur.
6. Menjadi bekal yang baik saat perang.
7. Menjadi sunnah yang baik untuk tahnik bayi yang baru lahir, sehingga bermanfaat bagi kekuatan tubuh bayi dan keberkahan do’a orang sholih bagi bayi saat tahnik.
8. Menjadi sunnah yang baik untuk sarapan kurma sebelum sholat ‘Idul fithri.
9. Kurma adalah symbol kebaikan.
10. Kurma menjadi salah satu kafaroh.
11. Sabut kurma bermanfaat sebagai tempat tidur.
12. Dan lain sebagainya.
Wahai anakku,
Itulah sedikit wasiatku tentang kurma ‘ajwah, semoga bermanfaat bagiku dan bagi kalian di dunia maupun di akhiroh kelak.
Aku akan terus memperbaiki wasiat ini sesuai perjalanan ‘ilmuku, dan koreksilah wasiat ini sesuai perjalanan ‘ilmu kalian, namun ingatlah bahwa mengkoreksi wasiat ini harus berdasarkan al Qur-an dan as Sunnah yang sah sesuai pemahaman Salafush Sholih.
Wahai anakku,
Ada seorang shohabat bertanya kepadaku tentang kurma ajwah, dia bertanya, “Apakah kurma ajwah benar-benar bisa mencegah dan mengobati manusia dari keracunan dan sihir?”
Katakanlah wahai anakku!
Pelajarilah Islam berdasarkan al Qur-an dan as Sunnah yang sah (shohih dan hasan) sesuai dengan pemahaman Salafush Sholih (para Shohabat Nabi, Tabi’in dan Tabi’ut Tabi’in serta para ‘Ulama yang mengikuti mereka dengan baik), niscaya engkau akan menemukan kebenaran tentang apa yang engkau pertanyakan.
Berimanlah kepada ALLOH Sub-haanahu Wa Ta’aala, berimanlah kepada al Qur-an al Karim, dan berimanlah kepada Rosululloh ShollaLLOOHU ‘Alaihi Wa sallam, niscaya akan hilanglah keraguan yang dibisikkan para syaithon dan yang diperkuat kebodohanmu serta kelalaianmu tentang akhiroh.
Yakinilah bahwa ALLOH Sub-haanahu Wa Ta’aala Yang Paling Mengetahui tentang Sihir karena DIA Yang menciptakan ‘ilmu sihir dan menciptakan juga cara mengobatinya.
Yakinilah bahwa Rosululloh ShollaLLOOHU ‘Alaihi Wa sallam adalah manusia yang paling mengetahui cara mengobati sihir.
Yakinilah bahwa para Shohabat Nabi adalah kaum yang paling mengetahui cara mengobati sihir.
Katakanlah wahai anakku,
Ketahuilah wahai shohabatku, obatilah sihir dengan cara:
1. Bertaubat kepada ALLOH dengan sebenar-benarnya taubat yakni dengan berniat dengan sungguh-sunguh untuk meninggalkan dosa-dosa besar seperti dosa syirik, dosa bid’ah dan lain sebagainya, khususnya yang engkau ketahui selama ini yang engkau lakukan.
2. Yakinilah bahwa sihir datang kepadamu dengan izin ALLOH dan sihir meninggalkanmu juga dengan izin ALLOH.
3. Oleh karenanya, hendaklah hanya kepada ALLOH-lah engkau memohon pertolongan agar ALLOH menghilangkan sihir darimu.
4. Mohonlah pertolongan ALLOH agar DIA menjagamu dari tipu daya syaithon. Janganlah terbawa bujuk rayu syaithon untuk menjadikan sihir yang datang kepadamu menjadi sarana bagimu terjerumus ke dalam jurang dosa yang lebih besar, bahkan yang terbesar yakni syirik.
5. Janganlah engkau obati sihir dengan sihir, maksudnya: janganlah engkau mendatangi dukun, peramal, “orang pintar” dan sebagainya, karena mendatangi para shohabat syaithon ini dapat menjadikan sholatmu selama empat puluh malam tertolak dan menjadikanmu kufur terhadap agama Islam yang dibawa oleh Rosululloh ShollaLLOOHU ‘Alaihi Wa sallam. Bayangkan jika engkau wafat ketika engkau berobat kepada pengobatan yang syirik. Jika engkau mati dalam keadaan syirik maka ALLOH tidak akan mengampuni dosa syirikmu, ALLOH akan mengharomkan Surga bagimu (Neraka adalah akan menjadi tempat bagimu selamanya), ALLOH akan menghapuskan semua pahala ‘amal kebaikanmu. Na’uu-dzu biLLAAHI min dzaalik.
6. Hancurkanlah semua benda syirik dari dirimu dan rumahmu, seperti jimat dan lain-lain.
7. Tinggalkanlah semua ‘amalan atau wiridan atau dzikiran yang tidak pernah Rosululloh ShollaLLOOHU ‘Alaihi Wa sallam ajarkan. Tinggalkanlah semua ‘ibadah yang tidak pernah Rosululloh ShollaLLOOHU ‘Alaihi Wa sallam ajarkan.
8. Ruqyahlah dirimu sendiri karena lebih baik dari diruqyah orang lain. Ruqyah diri sendiri adalah tawassul (perantara) yang dihalalkan dalam Islam yang tertinggi derajatnya karena menjadikan ‘amal ‘ibadah menjadi perantara agar do’amu di’ijabah ALLOH. Sedangkan diruqyah orang lain adalah tawassul tingkat terendah karena meminta do’a orang sholih yang masih hidup adalah tawassul ketiga. Bahkan meminta diruqyah dapat menyebabkanmu tidak termasuk golongan ummat Nabi yang masuk Surga tanpa hisab dan tanpa adzab.
9. Ruqyah adalah jampi-jampi atau mantera-mantera atau do’a perlindungan. Ruqyah syar’iyyah adalah do’a memohon perlindungan kepada ALLOH yang berdasarkan al Qur-an dan as Sunnah yang sah (shohih dan hasan) yang prakteknya sesuai dengan pemahaman Salafush Sholih (para Shohabat Nabi, Tabi’in dan Tabi’ut Tabi’in serta para ‘Ulama yang mengikuti mereka dengan baik).
10. Sesungguhnya ruqyah syar’iyyah telah Rosululloh ShollaLLOOHU ‘Alaihi Wa sallam ajarkan dalam kehidupan sehari-hari seperti membaca BISMILLAAH ketika hendak masuk rumah sehingga syaithon tidak bisa ikut masuk, membaca BISMILLAAH ketika hendak makan sehingga syaithon tidak bisa ikut makan, membaca do’a ketika hendak masuk kamar mandi sehingga syaithon tidak bisa mengganggumu ketika di dalamnya, membaca ayat kursi ketika hendak tidur sehingga syaithon tidak bisa mengganggumu malam itu, dan sebagainya.
11. Meminum air zam-zam, awali dengan BISMILLAAH, lalu meminumnya kemudian berdo’alah agar ALLOH menyembuhkanmu. Karena air zam-zam adalah air barokah dan tidak ada air yang barokah selainnya, dan khasiat air zam-zam sesuai dengan niat meminumnya.
12. Meminum air yang dicampur dengan tumbukan tujuh lembar daun pohon bidara (as sidr/ as sidroh), kemudian mandi dengan sisa airnya. Namun ruqyah terlebih dahulu airnya.
13. Makan tujuh butir kurma ‘ajwah setiap pagi hari sampai sembuh.
Katakanlah wahai anakku,
Dari Shohabat Sa’ad bin Abi Waqqosh RodhiyaLLOOHU ‘Anhu, Nabi ShollaLLOOHU ‘Alaihi Wa sallam bersabda, “Barangsiapa mengkonsumsi tujuh butir kurma ‘ajwah pada pagi hari, maka pada hari itu ia tidak akan terkena racun maupun sihir.”
{Hadits Riwayat Imam al Bukhori nomor 5769 dan Imam Muslim nomor 2047 (155), shohih}
Kurma ‘ajwah bermanfaat untuk mencegah dan mengobati dari racun dan sihir dikarenakan do’a keberkahan dari Rosululloh ShollaLLOOHU ‘Alaihi Wa sallam terhadap kurma Madinah bukan karena dzat kurma itu sendiri.
{Perkataan al Hafizh Ibnu Hajar al Asqolani rohimahuLLOOHU menukilkan perkataan Imam al Khothobi tentang keistimewaan kurma ‘ajwah dalam kitab Fat-hul Baari Syaroh Shohih al Bukhori Juz 10 Halaman 239}
Al Maf’uud adalah sakit yang menyerang bagian liver (hati)nya. Dan kurma memiliki khasiat yang menakjubkan untuk menyembuhkan penyakit ini (dengan izin ALLOH), terutama sekali kurma dari Madinah khususnya jenis ‘ajwah. Pembatasan pada jumlah tujuh itu juga mengandung khasiat lain hanya diketahui rahasianya oleh ALLOH.
{Kitab ath Thibb an Nabawi karya Imam Ibnu Qoyyim al Jauziyyah Halaman 121-123 dan Kitab Shohih ath Thibb an Nabawi Fi Dho-il Ma’arif ath Thobiyyah wal ‘Ilmiyyah al Haditsah karya Syaikh Salim bin ‘Ied al Hilali Halaman 152-155}
Nabi ShollaLLOOHU ‘Alaihi Wa sallam bersabda, “Kurma ajwah itu berasal dari Surga, ia adalah obat dari racun.”
{Hadits Riwayat Imam Ibnu Majah nomor 3453 Imam Ahmad Juz 3 Halaman 48, dari Shohabat Jabir bin ‘Abdillah dan Abi Sa’id, riwayat Imam at Tirmidzi dalam Kitab Sunannya nomor 2066, dari Shohabat Abu Huroiroh RodhiyaLLOOHU ‘Anhum, dishohihkan oleh Syaikh al Albani dalam Kitab Misykatul Mashoobiih Juz 4 Halaman 164 nomor 4163}
Dari ‘Aisyah RodhiyaLLOOHU ‘Anhumaa, Nabi ShollaLLOOHU ‘Alaihi Wa sallam bersabda, “Sesungguhnya dalam ‘ajwah yang berasal arah kota Madinah di dataran tinggi dekat Nejed itu mengandung obat penawar atau ia merupakan obat penawar, dan ia merupakan obat penawar racun apabila dikonsumsi pada pagi hari.”
{Hadits Riwayat Imam Muslim nomor 2048}
Memakan kurma ‘ajwah disertai keimanan terhadap do’a keberkahan dari Nabi ShollaLLOOHU ‘Alaihi Wa sallam adalah merupakan salah satu perbuatan tauhid yang dibenci oleh syaithon.
Oleh karena itu, mohonlah pertolongan kepada ALLOH agar melindungimu dari tipu daya syaithon.
Janganlah mengikuti bisikan syaithon yang menghembuskan keraguan akan khasiat kurma ‘ajwah, yang menyebabkan hilangnya keyakinanmu dan tidaklah berkhasiat kurma yang engkau konsumsi.
KHASIAT LAIN KURMA ‘AJWAH
Kurma ‘ajwah adalah kurma nomor satu, jika kurma lain memiliki khasiat maka kurma ‘ajwah pun memilikinya, seperti:
1. Menghilangkan rasa lapar.
2. Mendapatkan balasan dari ALLOH yang sangat besar jika menshodaqohkan kurma dengan ikhlash dan dari penghasilan yang halal.
3. ALLOH akan melindungi dari api Neraka jika menshodaqohkan kurma dengan ikhlash dan dari penghasilan yang halal.
4. Menyehatkan dan mengobati penyakit serta menyeimbangkan dzat kandungan makanan jika mengkonsumsi kurma dengan keju atau kurma dengan mentimun atau kurma dengan semangka.
5. Memberikan kekuatan khusus bagi tubuh untuk berbuka puasa, sebelum sholat tarowih dan saat sahur.
6. Menjadi bekal yang baik saat perang.
7. Menjadi sunnah yang baik untuk tahnik bayi yang baru lahir, sehingga bermanfaat bagi kekuatan tubuh bayi dan keberkahan do’a orang sholih bagi bayi saat tahnik.
8. Menjadi sunnah yang baik untuk sarapan kurma sebelum sholat ‘Idul fithri.
9. Kurma adalah symbol kebaikan.
10. Kurma menjadi salah satu kafaroh.
11. Sabut kurma bermanfaat sebagai tempat tidur.
12. Dan lain sebagainya.
Wahai anakku,
Itulah sedikit wasiatku tentang kurma ‘ajwah, semoga bermanfaat bagiku dan bagi kalian di dunia maupun di akhiroh kelak.
Aku akan terus memperbaiki wasiat ini sesuai perjalanan ‘ilmuku, dan koreksilah wasiat ini sesuai perjalanan ‘ilmu kalian, namun ingatlah bahwa mengkoreksi wasiat ini harus berdasarkan al Qur-an dan as Sunnah yang sah sesuai pemahaman Salafush Sholih.
kurma 'ajwah, kurma 'ajwah, kurma 'ajwah, kurma 'ajwah, kurma ajwa, harga kurma ajwa, manfaat kurma ajwa, kurma ajwah, kurma nabi, kurma muda, kurma segar, grosir kurma ajwa, ciri kurma ajwa, harga kurma nabi, jual kurma ajwah, sari kurma ajwah, sari kurma habbatussauda, khasiat kurma nabi
No comments:
Post a Comment