BISMILLAAHIR ROHMAANIR ROHIIM
(Dengan Nama ALLOH Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang)
Wahai Anakku,
Semoga ALLOH selalu merohmatimu, membarokahimu dan melindungimu.
Tahukah engkau apa yang menyebabkanku menulis surat ini?
Pernah aku membaca satu hadits pada tahun 2005 M tentang membuat wasiat.
Sejak malam itu sampai satu malam di tahun 2010 M aku tidak bisa nyenyak dalam tidurku, aku selalu resah dan gelisah mengkhawatirkan nasibku di akhiroh kelak, selama 5 tahun aku berusaha untuk menghilangkan rasa itu, dan rasa itu mulai berangsur hilang sejak aku mulai menuliskan wasiatku untuk kalian, namun rasa ini tidak akan pernah hilang seluruhnya sampai aku melihat kalian bisa masuk surga ALLOH.
Wahai anakku, ketahuilah!
Sebelum engkau memulai membaca wasiatku yang lain, maka wajiblah engkau untuk mempersiapkan hati dan akalmu untuk menerima dengan ikhlash dan mencari kebenaran dari warisanku ini kepada ahli ‘ilmu yakni ‘ulama.
Ahli ‘ilmu ada dua macam yakni ahli ‘ilmu yang benar dan ahli ‘ilmu yang tidak benar (sesat dan menyesatkan).
Ahli ‘ilmu yang benar adalah ‘ulama ahlus sunnah wal jama’ah.
Ahli ‘ilmu yang sesat dan menyesatkan adalah ahlul bid’ah wal jama’ah.
Namun, aku ingatkan engkau, batasi dirimu untuk mencari ‘ilmu hanya dari ‘ulama ahlus sunnah wal jama’ah saja dan janganlah sekali-kali mendatangi ahli ‘ilmu dari golongan ahlul bid’ah wal jama’ah!
Wahai anakku, ketahuilah!
Islam dibawa oleh Rosululloh ShollaLLOOHU ‘Alaihi Wa sallam, di’amalkan oleh Beliau, dan didakwahkan oleh Beliau kepada generasi terbaik pertama ummat Islam yakni para Shohabat Beliau.
Para Shohabat RodhiyaLLOOHU ‘Anhum ajma’in memahami dan meng’amalkan Islam sesuai dengan apa yang di’amalkan dan didakwahkan oleh Rosululloh ShollaLLOOHU ‘Alaihi Wa sallam, lalu para Shohabat mendakwahkannya kepada generasi terbaik kedua yakni at Tabi’in .
Para Tabi’in memahami dan meng’amalkan Islam sesuai dengan apa yang di’amalkan dan didakwahkan oleh para Shohabat Nabi, lalu para Tabi’in mendakwahkannya kepada generasi terbaik ketiga yakni para at Tabi’ut Tabi’in.
Para Tabi’ut Tabi’in pun memahami dan meng’amalkan Islam sesuai dengan apa yang di’amalkan dan didakwahkan oleh para Tabi’in, lalu para Tabi’ut Tabi’in mendakwahkannya kepada generasi berikutnya.
Dan begitulah seterusnya.
Para ‘ulama ahlus sunnah wal jama’ah lah (termasuk di dalamnya para Imam yang empat yakni Abu Hanifah, Malik, asy Syafi’i, dan Ahmad bin Hanbal) yang konsisten (istiqomah) memahami, meng’amalkan dan mendakwahkan Islam yang murni yakni Islam yang berdasarkan al Qur-an dan al Hadits yang sah (shohih dan hasan) sesuai dengan pemahaman tiga generasi terbaik Islam.
Hati dan akal mereka ('ulama ahlus sunnah wal jama'ah) sehat, iman dan ‘amal mereka benar, maka ikutilah mereka, semoga ALLOH takdirkan dan mudahkan engkau istiqomah mengikuti mereka sampai akhir hayatmu.
Tidaklah seperti para ahli ‘ilmu dari golongan ahlul bid’ah wal jama’ah yang memahami, meng’amalkan dan mendakwah Islam tidak mengikuti tiga generasi terbaik Islam.
Mereka (ahli 'ilmu dari ahlul bid'ah wal jama'ah) pun berdasarkan al Qur-an dan al Hadits namun mereka memahaminya sesuai dengan syahwat (keinginan duniawi), syubuhat (kerancuan akal), dan adat istiadat (kebiasaan kaumnya) bahkan baik sadar ataupun tanpa sadar mereka telah mengikuti kaum kafir.
Hati dan akal mereka sangat sakit, iman dan ‘amal mereka sangat rusak, maka janganlah engkau mengikuti mereka, semoga ALLOH melindungimu dari tipu daya mereka.
Jadi kesimpulannya adalah wajiblah engkau untuk memahami Islam, meng’amalkannya, dan mendakwahkannya berdasarkan al Qur-an dan as Sunnah yang Sah (Shohih dan hasan) serta sesuai pemahaman para Salafush Sholih (yakni pemahaman, peng’amalan, dan dakwahnya para Shohabat, Tabi’in, dan Tabi’ut Tabi’in).
Wahai anakku, ketahuilah!
Bagaimana cara engkau agar bisa mengikuti dengan baik para ‘ulama ahlus sunnah wal jama’ah?
Dan bagaimana cara engkau agar terhindar jauh dari mengikuti para ahli ‘ilmu kalangan ahlul bid’ah wal jama’ah?
Yang pertama,
Jadilah engkau penuntut ‘ilmu syar’i dari sejak kecil sampai engkau wafat nanti sehingga engkau akalmu sehat dan menyehatkan akal orang lain, engkau bisa membedakan mana yang benar dan mana yang salah, mana yang halal dan mana yang harom, mana yang tauhid dan mana yang syirik, mana yang sunnah dan mana yang bid’ah, mana yang murni Islam dan mana yang mengikuti kaum kafir. Semoga ALLOH takdirkan dan mudahkan engkau untuk istiqomah mendapatkannya.
Dan janganlah engkau termasuk ke dalam golongan orang bodoh yang tidak mau mempelajari ‘ilmu syar’i sehingga sesat dan menyesatkan. Mereka tidak tahu apakah tauhid? Syirik? Sunnah? Bid’ah? Halal? Harom? Benar? Salah? Mereka tidak tahu sebenarnya mengikuti generasi terbaik Islam atau mengikuti kaum kafir? Semoga ALLOH melindungimu dari tertular sifat mereka.
Yang kedua,
Jadilah engkau pengikut al Qur-an dan al Hadits sejati. Engkau ‘amalkan ‘ilmu syar’i yang telah engkau dapat untuk ridho terhadap agama ALLOH dan mendapatkan ridho-NYA, untuk mencintai ALLOH dan mendapatkan cinta-NYA, untuk mengharapkan balasan yang kekal yakni kenikmatan hidup di akhiroh kelak.
Semoga ALLOH takdirkan dan mudahkan engkau untuk istiqomah menjalaninya.
Dan janganlah engkau termasuk ke dalam golongan pengikut hawa nafsu. Mereka ‘amalkan ‘ilmu yang telah mereka dapatkan dari para ahli ‘ilmu bid’ah untuk meridhoi tradisi atau adat istiadat keagamaan manusia di lingkungan mereka dan tidak peduli dengan murka ALLOH, untuk mendapatkan cinta manusia, dan untuk mendapatkan balasan sementara yang pasti hancur yakni harta dan kedudukan di mata manusia tanpa peduli dengan siksa akhiroh nanti. Semoga ALLOH melindungimu dari bujuk rayu mereka.
Yang ketiga,
Jadilah engkau fanatik terhadap ajaran Nabi dan ketiga generasi terbaik Islam agar hati dan akalmu sehat, serta iman dan ‘amalmu benar.
Imanilah bahwa hanya Nabi ShollaLLOOHU ‘Alaihi Wa sallam saja manusia yang ma’shum (benar ajarannya) dan manusia selain Beliau tidak ada yang ma’shum.
Imanilah bahwa kesepakatan para shohabat RodhiyaLLOOHU ‘Anhum ajma’in adalah benar.
Sehingga engkau akan selalu mencari kebenaran. Engkau hanya akan menerima, memahami, meng’amalkan dan mendakwahkan ‘ilmu yang benar-benar tersaring keasliannya dari Rosululloh ShollaLLOOHU ‘Alaihi Wa sallam dan ketiga generasi terbaik Islam. Semoga ALLOH takdirkan dan mudahkan engkau istiqomah berdiri di atasnya.
Dan janganlah engkau termasuk ke dalam golongan orang yang fanatik terhadap pendapat seseorang atau madzhab tertentu sehingga engkau terjerumus ke dalam jurang taqlid buta (menerima ajaran tanpa mencari kebenarannya). Semoga ALLOH melindungimu dari makar mereka.
Yang terakhir,
Jadilah engkau pengikut Nabi ShollaLLOOHU ‘Alaihi Wa sallam dan ketiga generasi terbaik Islam sehingga engkau selamat di dunia dan di akhiroh kelak. Berusahalah semaksimal mungkin untuk menyerupai mereka dalam segala hal; penampilan, ‘aqidah, ‘ibadah, muamalah, adab, akhlaq, dan lainnya. Semoga ALLOH takdirkan dan mudahkan engkau istiqomah menyerupai mereka.
Dan janganlah engkau menyerupai kaum kafir sehingga niscaya engkau akan sengsara di dunia dan di akhiroh nanti. Selisihilah mereka dalam segala hal. Jangan berpenampilan seperti orang kafir, jangan ber’aqidah seperti ‘aqidah orang kafir, jangan ber’ibadah seperti sifat ‘ibadah orang kafir, jangan bermuamalah seperti muamalah orang kafir, jangan berakhlaq dan beradab seperti akhlaq dan adab orang kafir. Semoga ALLOH melindungimu dari keburukan mereka.
Wahai anakku, ketahuilah!
Pelajarilah terlebih dahulu olehmu tentang Tauhid dan Syirik, lalu ‘Aqidah Ahlus Sunnah Wal Jama’ah.
Kemudian pelajarilah tentang Sunnah dan Bid’ah.
Baru setelah itu semua engkau pelajari ‘ilmu tentang ‘ibadah; Sifat Thoharoh Nabi, Sifat Sholat Nabi, Zakat, Sifat Puasa Nabi, dan Sifat Haji Nabi.
Kemudian pelajarilah tentang akhlaq dan adab dalam Islam.
Baru setelah itu engkau pelajari tentang muamalah Islam dan lain-lain.
Semoga ALLOH takdirkan dan mudahkan aku dan keturunanku sampai akhir zaman istiqomah dalam Tauhid dan Sunnah.
Semoga ALLOH menerima segala ‘amal ‘ibadahku dan keturunanku sampai akhir zaman sebagai ‘amal yang ikhlash.
Semoga bermanfaat bagiku, orangtuaku, istriku, keturunanku, dan ummat Islam. Semoga tercatat sebagai ‘amalan ikhlash. Aamiin.
Tangerang, 12 Sya’ban 1431 H
Abu Sahla Ambary ibnu Ahmad al Bantani
Hamba ALLOH yang faqir ‘ilmu dan ‘amal
Periode Edit:
5 Syawwal 1431 H/ 14 September 2010 pk. 00.07
Subbhanalloh wabihamdihi, Asstagfirulloh wa'atubbuilaiih...
ReplyDeleteSemoga ALLOH senantiasa memberikan istiqomah kepada hamba" nya dalam mencari kebenaran yang ma'shum... AMIN