Penanganan sihir secara syar'i dapat dibagi menjadi dua bagian:
Bagian pertama, hal-hal yang dipergunakan untuk mencegah datangnya sihir, yakni:
1) Mentauhidkan ALLOH Sub-haanahu Wa Ta'aala dan mengikhlashkan 'ibadah hanya kepada-NYA saja dan tidak boleh berbuat syirik.
2) Menunaikan seluruh kewajiban, meninggalkan semua larangan, serta bertaubat dari segala macam perbuatan dosa.
3) Memperbanyak membaca al-Qur-an*, yaitu dengan cara menjadikannya sebagai wirid yang dibaca setiap hari. Diutamakan membaca suroh al-Baqoroh setiap hari di rumah.
*Dzikir yang paling utama ialah membaca al-Qur-an al-karim. Yang paling baik digunakan seseorang untuk berdzikir kepada ALLOH Sub-haanahu Wa Ta'aala ialah al-Qur-an. Ia adalah ucapan yang paling baik, paling benar, dan paling bermanfaat. Ia adalah wahyu yang diturunkan ALLOH (yang) tidak akan didatangi kebathilan, baik dari depan maupun dari belakang. (Q.S. Fushshilat: 42) Bahkan, ia merupakan Kitab yang paling utama yang diturunkan ALLOH kepada seorang Rosul terbaik, hamba pilihan, yaitu Muhammad bin 'Abdillah ShollaLLOOHU 'Alayhi Wa sallam. ALLOH Sub-haanahu Wa Ta'aala berfirman menerangkan kemuliaan dan keutamaan al-Qur-an:
"Dan mereka (orang-orang kafir itu) tidak datang kepadamu (membawa) sesuatu yang aneh, melainkan KAMI datangkan kepadamu yang benar dan penjelasan yang paling baik."
(Q.S. al-Furqoon: 33)
Keutamaan al-Qur-an, nilainya yang mulia dan kedudukannya yang tinggi adalah sesuatu yang sudah diketahui oleh seluruh kaum Muslimin. Ia adalah Kitab ALLOH ROBB seluruh alam dan Pencipta seluruh makhluq. Di dalamnya ada berita orang-orang sebelum kita, dan kabar orang-orang sesudah kita. Ia adalah hukum yang berlaku di antara kita. Ia sesuatu yang serius, bukan yang main-main.
Dari Abu Umamah al-Bahili RodhiyaLLOOHU 'Anhu, Rosululloh ShollaLLOOHU 'Alayhi Wa sallam bersabda, "Bacalah al-Qur-an, karena sesungguhnya ia datang pada hari Kiamat sebagai pemberi syafa'at kepada para pembacanya. Bacalah Zahroowain*
No comments:
Post a Comment