Wednesday, January 4, 2012

Jika jin diciptakan dari api, bagaimanakah jin kafir disiksa dengan api Neraka?

Jika jin diciptakan dari api, bagaimanakah jin kafir disiksa dengan api Neraka?

Pertanyaan ini sering dilontarkan banyak orang, tetapi seandainya mereka mau berfikir sedikit niscaya akan memahami. Kita semua tahu bahwa manusia diciptakan dari tanah, tetapi sekarang bukan lagi tanah melainkan asalnya saja dari tanah. Demikian pula jin, diciptakan dari api tetapi sekarang bukan lagi api. Dalil tentang hal ini banyak sekali, diantaranya:

a. Hadits yang diriwayatkan oleh Imam an-Nasa-i dengan sanad shohih sesuai syarat Imam al-Bukhori dari 'Aisyah RodhiyaLLOOHU 'Anhuma, bahwa Rosululloh ShollaLLOOHU 'Alayhi Wa sallam pernah sholat kemudian syaithon datang kepada Beliau, lalu Nabi ShollaLLOOHU 'Alayhi Wa sallam memegangnya, membantingnya dan mencekiknya. Nabi ShollaLLOOHU 'Alayhi Wa sallam bersabda: "sampai aku rasakan lidahnya yang dingin di tanganku."

Dari hadits ini nyata bahwa sekarang bukan lagi berupa api, sebab seandainya masih berupa api niscaya Rosululloh ShollaLLOOHU 'Alayhi Wa sallam tidak merasakan dingin pada lidah syaithon tersebut.

b. Sabda Rosululloh ShollaLLOOHU 'Alayhi Wa sallam:

"Sesungguhnya musuh ALLOH, iblis, datang dengan membawa gugusan api untuk diletakkan di wajahku..."
{Hadits Riwayat Imam Muslim, Imam an-Nawawi - Kitab Syaroh Shohih Muslim 5/ 30}

c. Apa yang diriwayatkan oleh Imam Malik di dalam al-Muwaththo'-nya dari Yahya bin Sa'id secara mursal, ia berkata: "Ketika di-isro'-kan Rosululloh ShollaLLOOHU 'Alayhi Wa sallam melihat Ifrid dari jin mencarinya dengan membawa obor dari api, setiap kali Rosululloh ShollaLLOOHU 'Alayhi Wa sallam menoleh, Beliau melihatnya lalu Jibril 'Alayhis Salam berkata kepada Nabi ShollaLLOOHU 'Alayhi Wa sallam: "Maukah kuajarkan kepadamu beberapa kalimat yang jika engkau ucapkan akan memadamkan obornya dan jatuh ke mulutnya..."

Dari dua hadits ini jelas bahwa seandainya iblis masih tetap berupa api niscaya tidak memerlukan obor dari api tersebut.

d. Sabda Rosululloh ShollaLLOOHU 'Alayhi Wa sallam:

"Sesungguhnya syaithon mengalir dalam darah manusia."
{Hadits Riwayat Imam al-Bukhori, Imam Muslim, al-Hafidz Ibnu Hajar - Kitab Fat-hul Baari 4/ 282, Imam an-Nawawi - Kitab Syaroh Shohih Muslim 14/ 155}

Seandainya jin tetap berupa api niscaya sudah membakar manusia. Jika ada yang mengatakan bahwa maksud hadits ini adalah godaan syaithon maka kami jawab bahwa para 'Ulama ushul telah sepakat melarang mengalihkan pembicaraan dari lahiriyahnya kecuali dengan qorinah (tanda-tanda yang diperlukan). Dimanakah qorinah itu?

Dapat kami tambahkan bahwa manusia diciptakan dari tanah toh bisa juga disiksa dengan menggunakan tanah, sebagaimana ia diciptakan dari air toh juga bisa disiksa dengan menggunakan air. Sebaiknya disini kita mengatakan bahwa ALLOH Maha Kuasa atas segala sesuatu.

(Maroji'/ Rujukan: judul kitab: Wiqoyatul insan minal jinni wasy syaython, penulis: Wahid 'Abdus Salam Bali, penerbit: Maktabah ash-Shohabah - Jeddah, Cetakan ketiga, 1412 H/ 1992 M, judul Indonesia: Kesurupan jin dan cara pengobatannya secara Islami, penerjemah: Aunur Rofiq Sholih Tamhid Lc, penerbit: Robbani Press - Jakarta, Cetakan kesebelas, jumadil akhir 1425 H/ agustus 2004 M)

No comments:

Post a Comment