======================================================================
Wahai anakku -semoga ALLOH menetapkanmu sebagai hamba yang selalu membenarkan kisah shohih dari Nabi kita ShollaLLOOHU 'Alayhi Wa sallam-,
Berbagai kejadian nyata di dunia ini, ketika telah diceritakan dari mulut ke mulut sering menjadi beda dengan kenyataannya, baik karena pengurangan, penambahan, atau perubahan, baik di sengaja atau tidak di sengaja.
Termasuk peristiwa Isro' Mi'roj Rosululloh Muhammad ShollaLLOOHU 'Alayhi Wa sallam, suatu kejadian yang termasuk tanda terbesar yang menunjukkan kebenaran Beliau sebagai seorang Nabi.
Banyak kaum muslimin yang ceramah seputarnya dengan tanpa rujukan yang benar.
Maka -insya ALLOH- aku tuiskan ulang kisah Isro' Mi'roj berdasarkan hadits-hadits shohih sehingga kita terhindar dari kisah-kisah yang tidak benar berkaitan dengan peristiwa benar tersebut.
Rosululloh ShollaLLOOHU 'Alayhi Wa sallam bersabda:
- Atap rumahku di Makkah dibuka, lalu Jibril 'Alayhis Salaam turun. Kemudian dia membuka dadaku, lalu mencucinya dengan air zam-zam. (1)
- Kemudian dia datang membawa bejana terbuat dari emas, yang penuh dengan hikmah dan iman. Lalu menumpahkannya ke dalam dadaku, lalu menutup (dadaku) kembali. (Riwayat lain: Ketika aku sedang berbaring di al Hatim/ al Hijr/ Ka'bah, antara tidur dan jaga, lalu majulah seorang lelaki di antara dua laki-laki (semua tiga laki-laki, mereka ini adalah Malaikat). Lalu didatangkan kepadaku bejana terbuat dari emas, yang penuh dengan hikmah dan iman. Lalu dia membelah (dadaku) dari leher sampai ke perut bagian bawah. Lalu mencuci hatiku dengan air zam-zam, kemudian (hatiku) dipenuhi dengan hikmah dan iman, kemudian dikembalikan ke tempatnya.) (2)
- Kemudian didatangkan kepadaku seekor binatang (yakni buroq) yang lebih rendah dari bighol tetapi lebih tinggi dari himar/ keledai, langkahnya sejauh mata pandangannya. Lalu aku dinaikkan di atasnya. (3)
- (Riwayat lain: didatangkan buroq kepadaku, yaitu seekor binatang yang putih dan panjang, lebih tinggi dari himar/ keledai tetapi lebih rendah dari bighol, ia meletakkan telapak kakinya sejauh batas pandangannya. Lalu aku menaikinya sampai aku mendatangi Baitul Maqdis. Lalu aku mengikatnya pada rantai yang para Nabi mengikatkan padanya.) (4)
- (Riwayat lain: Pada malam Nabi ShollaLLOOHU 'Alayhi Wa sallam di-isro'-kan, didatangkan buroq yang diberi kekang dan diberi pelana, lalu buroq menjadi sulit (diatur) terhadap Nabi ShollaLLOOHU 'Alayhi Wa sallam. Maka Jibril berkata kepada buroq, 'Apakah kamu bersikap seperti ini kepada Muhammad? Tidak ada seorangpun menaikimu yang lebih mulia di sisi ALLOH daripada dia.' Maka buroqpun bercucuran keringat.) (5)
- Kemudian kami berangkat, sampai kami datang di Baitul Maqdis. (6)
- Pada malam aku di-isro'-kan, aku melewati Musa di dekat bukit pasir merah, dia sedang berdiri sholat di dalam kuburnya. (7)
- (Di dalam masjid Baitul Maqdis) aku bertemu sekelompok para Nabi. Saat itu Musa sedang sholat, dia seorang laki-laki yang tinggi, ramping dan kurus, rambutnya keriting, seperti laki-laki suku Syanuah. 'Isa juga sedang sholat, (dia seorang laki-laki yang sedang, berkulit merah, seolah-olah baru keluar dari pemandian) (8)
- Orang yang paling mirip dengannya ialah 'Urwah bin Mas'ud ats Tsaqofi. Ibrohim juga sedang sholat, orang paling mirip dengannya ialah kawanmu ini (Nabi Muhammad ShollaLLOOHU 'Alayhi Wa sallam sendiri). Kemudian masuk waktu sholat. (9)
- Lalu aku sholat di dalamnya sebagai imam dengan semua para Nabi dan Rosul. (10)
- (Riwayat lain: Lalu aku masuk masjid dan sholat dua roka'at di dalamnya.) (11)
- Setelah aku selesai sholat, ada yang berkata, 'Wahai Muhammad! Ini adalah Malik, penjaga Neraka, ucapkan salam kepadanya!' Maka aku menoleh kepadanya, tetapi dia mendahuluiku dengan salam. (12)
- Kemudian Jibril membawakan kepadaku sebuah tempat minum yang berisi susu, dan sebuah tempat minum yang berisi madu. (13)
- Lalu aku memilih susu. Jibril berkata, 'Engkau telah memilih fithroh.' (14)
- Kemudian dia memegang tanganku, dan membawaku naik ke langit dunia. (Riwayat lain: Kemudian aku berangkat bersama Jibril 'Alayhis Salaam, lalu kami sampai di langit dunia.) (15)
- Setelah aku tiba di langit dunia. Jibril berkata kepada penjaga langitnya, 'Bukalah!' Dia bertanya, 'Siapa ini?' Jibril menjawab, 'Jibril.' Dia bertanya, 'Apakah ada seseorang bersamamu?' Jibril menjawab, 'Ya, Muhammad bersamaku.' Dia bertanya, 'Engkau diutus (ALLOH) kepadanya?' Jibril menjawab, 'Ya.' (Riwayat lain: Penjaga itu berkata, 'Selamat datang kepadanya, orang yang terbaik telah datang.') (16)
- Maka setelah ia membuka, kami naik ke atas langit dunia. Tiba-tiba di sana ada seorang lelaki sedang duduk. Di sebelah kanannya ada hitam-hitam dan di sebelah kirinya ada hitam-hitam. Apabila dia melihat ke sebelah kanannya, dia tertawa, dan apabila dia melihat ke sebelah kirinya, dia menangis. Aku bertanya kepada Jibril, 'Siapa ini?' Jibril menjawab, 'Ini Adam, dan hitam-hitam yang ada di kanan dan di kirinya ini ialah ruh-ruh anak-anak keturunannya. Golongan kanan itu adalah penghuni Surga, dan hitam-hitam yang ada di sebelah kirinya ialah penghuni Neraka. Maka apabila dia melihat yang di sebelah kanannya, dia tertawa. Dan apabila dia melihat yang ada di sebelah kirinya, dia menangis. (Riwayat lain: Aku mendatangi Adam 'Alayhis Salaam, lalu Jibril berkata, 'Ini adalah bapakmu, Adam, ucapkanlah salam kepadanya.' Maka aku mengucapkan salam kepadanya, lalu dia membalas salamku.) (17)
- Lalu dia berkata, 'Selamat datang Nabi yang sholih dan anak yang sholih. (Dan dia mendo'akan kebaikan untukku.) (18)
- Pada malam aku di-isro'-kan, aku melewati sekelompok orang yang memiliki kuku-kuku dari tembaga, mereka mencakar wajah dan dada mereka sendiri. Maka aku berkata, 'Mereka ini siapa wahai Jibril?' Dia menjawab, 'Mereka ialah orang-orang yang memakan daging manusia (yakni melakukan ghibah) dan mencela kehormatan mereka.' (19)
- Pada malam aku di-isro'-kan, aku melewati sekelompok laki-laki yang bibir-bibir mereka digunting dengan gunting-gunting Neraka. Maka aku berkata, 'Mereka ini siapa wahai Jibril?' Dia menjawab, 'Mereka ini ialah khotib-khotib (orang-orang yang biasa khutbah) di kalangan ummatmu. Mereka memerintahkan kebikan kepada manusia, tetapi melupakan diri mereka sendiri, padahal mereka membaca al Kitab (al Qur-an), tidakkah mereka berpikir?' (20)
- (Riwayat lain: Mereka menggunting bibir dan lidah mereka,
(1) Hadits Riwayat Imam al Bukhori nomor 349, 1636, 3342, Imam Muslim nomor 263, dan lainnya, dari Shohabat az Zuhri, Anas bin Malik, Abu Dzar al Ghifari.
(2) HR al Bukhori no 3207, 3393, 34,30, 3887, Muslim no 264, 265, Ahmad 4/207-210, Ibnu Jarir 15/3, dari Qotadah, Anas bin Malik, Malik bin Sho'sho'ah.
(3) 'Ibid (sama dengan) catatan kaki nomor 2
(4) HR Ahmad 3/148, Muslim no 259, dari Hammad bin Salamah dari Tsabit al Banani dari Anas bin Malik.
(5) HR Ahmad 3/164, Tirmidzi no 3131, Ibnu Jarir 15/15, dari Qotadah dari Anas, shohih.
(6) 'Ibid no 2
(7) HR Muslim no 164, an Nasa-i - Qiyamul Lail, Ahmad 3/148, 248
(8)
Sumber: Majalah As-Sunnah Edisi: 06/VI/1423H-2002M, Penyusun: Ustadz Muslim Atsari, Ringkasan dari Kitab Isro' Mi'roj Karya Syaikh Muhammad Nashiruddin al Albani RohimahuLLOOH, penerbit Maktabah al Islamiyah 'Amman Yordania, Cetakan I Tahun 2000 M/ 1421 H.
No comments:
Post a Comment