Tanya:
Apa saja yang harus dilakukan bagi orang yang berada di ambang kematian?
Jawab:
Sangat dianjurkan bagi kerabat dan anggota keluarga untuk berada di samping orang yang akan meninggal untuk melakukan hal-hal yang diperintahkan Islam. Misalnya: membantu memejamkan mata, memberi nasihat dan motivasi, serta hal-hal lain yang sangat dianjurkan oleh Rosululloh ShollaLLOOHU 'Alaihi Wa sallam.
Diriwayatkan dari Hudzaifah RodhiyaLLOOHU 'Anhu, dia berkata menjelang wafat: "Arahkanlah diriku." Ibnu Qudamah dalam al Mughni menyebutkan posisi berbaring Hudzaifah diubah menjadi berbaring di atas lambung kanannya.
Diriwayatkan dari Syaddad bin Aus RodhiyaLLOOHU 'Anhu, Nabi ShollaLLOOHU 'Alaihi Wa sallam bersabda: "Apabila kematian telah menghampiri -orang yang mati di antara kalian- maka pejamkanlah kedua mata. Karena ketika ruh manusia dicabut maka pandangan matanya akan mengikutinya, lalu ucapkanlah perkataan yang baik-baik. Karena sesungguhnya -para Malaikat akan mengamini- apa yang diucapkan oleh keluarga mayit." {Hadits Riwayat Imam Ahmad nomor 16.513, Imam Ibnu Majah, Imam al Hakim mengatakan hadits ini shohih}
Imam Ahmad RohimahuLLOOH menyebutkan, orang yang memejamkan kedua mata orang yang akan meninggal hendaklah mengucapkan "BismiLLAAH wa 'Alaa Wafati Rosulillah ShollaLLOOHU 'Alaihi Wa sallam (Dengan nama ALLOH dan meninggal di atas agama Rosululloh ShollaLLOOHU 'Alaihi Wa sallam)." Sangat dianjurkan saat menjelang kematian seseorang, ia ditalqin dengan syahadat.
Diriwayatkan dari Abu Sa'id RodhiyaLLOOHU 'Anhu, Nabi ShollaLLOOHU 'Alaihi Wa sallam bersabda: "Talqinlah orang yang akan meninggal di antara kalian dengan mengucapkan Laa Ilaaha IllaLLOOH." {Hadits Riwayat Imam Muslim nomor 1.523, Imam at Tirmidzi nomor 898}
Diriwayatkan juga dari Abu Huroiroh RodhiyaLLOOHU 'Anhu dengan redaksi yang sama. Mu'adz bin Jabal RodhiyaLLOOHU 'Anhu meriwayatkan, Nabi ShollaLLOOHU 'Alaihi Wa sallam bersabda: "Barangsiapa yang akhir kehidupannya ditutup dengan membaca Laa Ilaaha IllaLLOOH maka ia berhak masuk Surga." {Hadits Riwayat Imam Abu Dawud - Kitab Jana-iz nomor 2.709, Imam al Hakim Juz 1 halaman 351, hadits ini disetujui dan di-shohih-kan oleh Imam adz Dzahabi. Syaikh al Albani - Kitab Irwa al Gholil Juz 3 halaman 149 mengatakan hadits ini hasan}
No comments:
Post a Comment