Wednesday, May 12, 2010

Wasiatku Kepada Anak-anakku

Wahai anakku, ketahuilah!

Sebelum engkau memulai membaca salah satu warisanku ini, maka wajiblah engkau untuk mempersiapkan hati dan akalmu untuk menerima dengan ikhlash dan mencari kebenaran dari tulisanku ini kepada ahli ‘ilmu yakni ‘ulama.

Namun, aku ingatkan engkau, batasi dirimu untuk mencari ‘ilmu hanya dari ‘ulama ahlus sunnah wal jama’ah saja dan janganlah sekali-kali mencari ‘ilmu kepada ahli ‘ilmu dari golongan ahlul bid’ah wal jama’ah !

Wahai anakku, ketahuilah!

Islam dibawa oleh Rosululloh ShollaLLOOHU ‘Alaihi Wa sallam, di’amalkan oleh Beliau, dan didakwahkan oleh Beliau kepada generasi terbaik pertama ummat Islam yakni para Shohabatnya (yang berakhir masanya pada tahun 110 H).

Para Shohabat RodhiyaLLOOHU ‘Anhum ajma’in meng’amalkan sesuai dengan apa yang di’amalkan dan didakwahkan oleh Rosululloh ShollaLLOOHU ‘Alaihi Wa sallam, lalu para Shohabat mendakwahkannya kepada generasi terbaik kedua yakni at Tabi’in (yang berakhir masanya pada taun 170 H).

Para Tabi’in meng’amalkan sesuai dengan apa yang di’amalkan dan didakwahkan oleh Rosululloh ShollaLLOOHU ‘Alaihi Wa sallam dan para Shohabat RodhiyaLLOOHU ‘Anhum ajma’in, lalu para Tabi’in mendakwahkannya kepada generasi terbaik ketiga yakni para at Tabi’ut Tabi’in.

Para Tabi’ut Tabi’in pun meng’amalkan sesuai dengan apa yang di’amalkan dan didakwahkan oleh Rosululloh ShollaLLOOHU ‘Alaihi Wa sallam dan para Shohabat RodhiyaLLOOHU ‘Anhum ajma’in serta para Tabi’in, lalu para Tabi’ut Tabi’in mendakwahkannya kepada generasi berikutnya.

Dan begitulah seterusnya. Maka para ‘ulama ahlus sunnah wal jama’ah lah (termasuk di dalamnya para Imam yang empat yakni Malik, asy Syafi’i, Ahmad, Hanafi) yang konsisten (istiqomah) memahami, meng’amalkan dan mendakwahkan Islam yang murni. Hati dan akal mereka sangat sehat, maka ikutilah mereka, semoga ALLOH takdirkan dan mudahkan engkau istiqomah sampai akhir hayatmu.

Tidak seperti para ahli ‘ilmu dari golongan ahlul bid’ah wal jama’ah yang memahami, meng’amalkan dan mendakwah Islam sesuai dengan syahwat (keinginan duniawi), syubuhat (akal), dan adat istiadat (kebiasaan kaumnya). Hati dan akal mereka sakit, maka janganlah engkau mengikuti mereka, semoga ALLOH melindungimu.

Jadi kesimpulannya adalah wajiblah engkau untuk memahami Islam, meng’amalkannya, dan mendakwahkannya berdasarkan al Qur-an dan as Sunnah yang Sah (Shohih dan hasan) serta sesuai pemahaman para Salafush Sholih (yakni pemahaman, peng’amalan, dan dakwahnya para Shohabat, Tabi’in, dan Tabi’ut Tabi’in).

No comments:

Post a Comment